ADOPSI CENTRAL BANK DIGITAL CURRENCY (CBDC) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP STABILITAS SISTEM KEUANGAN
Keywords:
Central Bank Digital Currency (CBDC), Stabilitas Sistem Keuangan, Disintermediasi Perbankan, Bank Run, Kebijakan MoneterAbstract
Evolusi lanskap pembayaran global yang bergerak cepat menuju digitalisasi telah memicu bank sentral di seluruh dunia untuk mengeksplorasi penerbitan mata uang digital mereka sendiri, yang dikenal sebagai Central Bank Digital Currency (CBDC). Penelitian tinjauan literatur ini mengkaji secara komprehensif motivasi di balik adopsi CBDC dan, yang paling utama, implikasinya terhadap stabilitas sistem keuangan secara makro. Melalui sintesis berbagai literatur ekonomi moneter dan kebijakan perbankan, kajian ini menemukan bahwa meskipun CBDC menawarkan efisiensi sistem pembayaran dan inklusi keuangan, kehadirannya membawa risiko sistemik yang patut diwaspadai. Risiko utama mencakup potensi disintermediasi struktural pada perbankan komersial akibat eksodus dana pihak ketiga (DPK) ritel, serta peningkatan probabilitas terjadinya digital bank run pada masa krisis finansial. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa implikasi CBDC terhadap stabilitas keuangan sangat bergantung pada arsitektur desainnya. Model operasi dua tingkat (two tier system), penerapan batas kepemilikan (holding limits), dan kebijakan remunerasi (tanpa bunga) diidentifikasi oleh literatur sebagai instrumen desain yang krusial untuk memitigasi risiko instabilitas sekaligus mengoptimalkan manfaat digitalisasi uang fiat.


