PENYEBAB SAKIT GULA PADA ANAK USIA REMAJA: TINJAUAN KOMPREHENSIF TERHADAP FAKTOR GAYA HIDUP, GENETIK, DAN LINGKUNGAN
Kata Kunci:
Sakit Gula Remaja, Diabetes Melitus, Resistensi Insulin, Obesitas Anak, Gaya Hidup SedenterAbstrak
Penyakit diabetes melitus, yang awam dikenal sebagai sakit gula, kini tidak lagi menjadi penyakit monopoli orang dewasa atau lanjut usia. Dekade terakhir menunjukkan peningkatan prevalensi yang sangat mengkhawatirkan pada kelompok usia anak-anak dan remaja, khususnya untuk diabetes tipe 2 yang erat kaitannya dengan gaya hidup. Artikel ilmiah ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam berbagai faktor penyebab terjadinya sakit gula pada anak usia remaja melalui metode kajian literatur. Berdasarkan hasil tinjauan berbagai studi epidemiologi dan klinis, ditemukan bahwa obesitas merupakan faktor risiko utama yang memicu resistensi insulin pada remaja. Selain itu, transisi nutrisi yang ditandai dengan tingginya konsumsi makanan ultra-proses dan minuman berpemanis buatan, perilaku sedenter akibat tingginya waktu layar (screen time), serta faktor genetik dan perubahan fisiologis selama masa pubertas berkolaborasi secara sinergis dalam memicu patogenesis penyakit ini. Pemahaman yang komprehensif mengenai etiologi multi-faktorial ini sangat krusial untuk merumuskan strategi pencegahan primer yang efektif dan intervensi klinis yang tepat sasaran guna menyelamatkan generasi muda dari beban komplikasi kardiometabolik di masa depan.